BURUNG MURAI BATU
Burung Murai Batu merupakan salah satu burung berkicau cerdas terbaik (dari keluarga Turdidae) yang sangat banyak penggemarnya. Merawat burung Murai Batu sangat menyenangkan walaupun sedikit agak merepotkan
1.
Jenis-Jenis
Burung
v
Murai
Batu Medan
v
Murai
Batu Aceh
v
Murai
Batu Lampung
v
Murai
Batu Lahat
v
Murai
Batu Jambi
v
Murrai
Batu Kalimantan
Burung Murai batu merupakan yang sangat
pintar berkicau, selain itu burung murai batu merupaka salah satu jenis burung
peniru terbaik didunia. Oleh sebab itu burung murai batu memiliki suara yang merdu
dan berpriasi.
2. Karakter Dasar Burung Murai Batu
v
Mudah beradaptasi
v
burung
Murai Batu sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
v
Petarung yang gampang naik darah. Apabila
mendengar suara burung Murai Batu lain atau melihat burung sejenis, maka
semangat tempurnya langsung berkobar.
v
Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini
sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi
pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang
berlebih atau melihat burung Murai Batu betina, dapat dengan cepat menaikkan
tingkat birahinya.
v
Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya
yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.
3. Pemilihan Bahan Burung Murai Batu Yang Baik
(Ciri-Ciri
Burung Murai Batu Yang Baik Dari Katuranggan)
Ada beberapa hal penting yang harus
diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Murai Batu.
v
Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Murai Batu jantan
dapat dilihat warna bulu hitam yang tegas mengkilap dan kontras serta memiliki
ekor yang lebih panjang daripada burung Murai Batu betina sejenisnya.
v
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang
berpangkal lebar, tebal, besar serta panjang. Paruh bagian bawah sebaiknya
pilih yang lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi
lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
v
Kepala berbentuk kotak, mata bulat besar dan
melotot. Ini
menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
v
Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang
dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih
bahan yang berleher dan berbadan pendek.
v
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan
bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental
burung.
v
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan
ciri-ciri bahan yang bermental baik.
v
Panjang ekor yang serasi dengan postur badan. Pilihlah
bentuk ekor yang sedikit lentur.
v
Leher panjang padat berisi. Menandakan
burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
4. Makanan Yang Sesuai Untuk Burung Murai Batu
v Voer (sebaiknya
pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang
berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolismesetiap burung Murai Batu. Voer harus selalu tersedia
didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
v EF (Extra Fooding),
pakan tambahan yang sangat baik buat burung Murai Batu yaitu: Jangkrik,
Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan
lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing
burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF
tersebut.
5. Perawatan Dan Stelan Harian Burung Murai Batu
Perawatan harian untuk burung Murai Batu relatif
sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian
yaitu rutin dan konsisten.
Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Murai Batu:
v
Jam
07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba
mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
v
Bersihkan
kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer dan Air Minum.
v
Berikan
Jangkrik 4 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara
langsung pada burung.
v
Penjemuran
dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran,
sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
v
Setelah
dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu
sangkar dikerodong.
v
Siang
hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master
atau burung-burung Master.
v
Jam
15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
v
Berikan
Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
v
Jam
18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa
istirahat sampai pagi harinya.
PENTING
Kroto segar diberikan 1 sendok makan
maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
Pemberian Cacing diberikan 1 ekor 1x
seminggu. contoh setiap hari Selasa pagi.
Pengumbaran di kandang umbaran dapat
dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
Berikan Vitamin dan Mineral yang
dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
Salah satu ciri-ciri burung Murai Batu
yang terlalu birahi (over birahi) antara lain:
v
Agresif
v
bulu
mengkorok
v
nglowo
(sayap turun)
v
mematuk
ornamen sangkar.
Cara untuk menangani burung yang seperti
ini adalah seperti yang tertera dibawah ini
v
Pangkas
porsi Jangkrik menjadi 3 pagi dan 2 sore.
v
Lakukan
pengembunan (jam 05.30-06.00).
v
Berikan
Cacing 2 ekor 2x seminggu.
v
Frekuensi
mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
v
Lamanya
penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.
v
Waktu
pengumbaran dibuat lebih sering dan lebih lama.
v
Tingkatkan
porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore.
v
Tingkatkan
porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu.
v
Berikan
Kelabang 2 ekor seminggu sekali.
v
Mandi
dibuat 2 hari sekali saja.
v
Burung
segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Murai Batu lain dahulu.
v
Lamanya
penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.
v
Berikan Vitamin dan Mineral.
Perawatan lomba untuk burung Murai Batu sebenarnya tidak jauh
berbeda dengan perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan
burung Murai Batu agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil.
Kunci keberhasilan perawatan lomba untuk burung Murai Batu yaitu
mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Murai Batu:
v
H-3
sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 5 ekor pagi dan 4 ekor sore.
v
H-2
sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
v
1
Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 3-5 ekor
dan Ulat Hongkong 6-15 ekor.
v
Apabila
burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 2 ekor lagi.
PENTING
Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi.
Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung Murai Batu lain.
Lakukan mandi malam (jam 19.00-20.00)
pada H-1.
Perawatan pasca lomba sebenarnya
berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Pasca Lomba untuk burung Murai Batu:
v
Porsi
EF dikembalikan ke Stelan Harian.
v
Berikan Vitamin dan Mineral pada air
minum pada H+1 setelah Lomba.
v
Sampai
H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.
10. PERAWATAN DAN STELAN BURUNG
MURAI BATU MABUNG
Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan
siklus alamiah pada keluargaburung. Perawatan burung Murai Batu pada
masa mabung adalah
menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa
ini akan membuat burung Murai Batu menjadi rusak.
Pada masa mabung, metabolisme tubuh burung Murai Batu meningkat hampir 40%
dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung Murai Batu butuh asupan nutrisi
yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal.
Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat
proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan
hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon
reproduksi.
Berikut ini Pola Perawatan
Masa Mabung untuk burung Murai Batu:
v
Tempatkan burung di
tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak
dalam kondisi dikerodong.
v
Mandi cukup 1x
seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
v
Pemberian porsi EF
diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel
baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor
pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi, Cacing 2 ekor 3x
seminggu dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
v
Berikan Vitamin dan
Mineral yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
v
Lakukan pemasteran.
Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar.
Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita
inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara
burung dengan suara burung master.
11. SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK
BURUNG MURAI BATU
Irama lagu yang
dimiliki burung Murai Batu memegang
peranan yang sangat penting di dalam penilaian lomba burung Murai Batu. Karena kembali kepadafilosofi burung berkicau, daya tarik
utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu).
Memilih suara-suara master untuk burung Murai Batu janganlah terfokus hanya memilih suara-suara
master yang kedengarannya unik dan bagus.
Ada beberapa
hal yang harus kita perhatikan;
Kesesuaian
irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burungandalan kita.
Ketidaksesuaian suara master dengan
burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar.
Mengikuti Trend Lagu yang ada. Misalnya tonjolan dan tembakan yang
sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat
divariasikan dengan irama lagu yang
ngeroll.
Variasi irama
lagu yang mewah. Yang
dimaksud irama lagu yang mewah disini bukanlah suara tonjolan yang keras,
tetapi kita harus bisa memilih suara-suara master yang memiliki variasi speed
yang selaras dan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.
Sangat banyak metode dan cara-cara yang
dapat dilakukan di dalam prosespemasteran burung berkicau. Dan juga
banyak sekali berkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya dilapangan.
Salah satu mitos aneh yang berkembang,
yaitu burung yang akan di master harus melihat burung masternya, agar burung
yang di master dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master
tersebut. Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu
burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung.
Sebenarnya; Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran.
Ada Mitos yang mengatakan pemasteran
burung harus menunggu masa burung mabung. Alasannya karena; Pada saat mabung,
burung berkicau cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau.
Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak
menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada
disekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter
suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.
Kunci keberhasilan dalam memaster burung Murai Batu adalah memaster burungdengan suara-suara
master (burung master) yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang
akan di master (burung maskot).
Satu lagi yang
terpenting, jangan
lupa untuk selalu memperdengarkan suara-suara
master tersebut secara berkala (Feedback) kepada burung Murai Batu tersebut. Supaya
irama lagu yang sudah ada tidak hilang dan menjadi rusak.
Catatan : Cara diatas
merupakan salah satu cara yang biasa dipakai oleh para pecinta burung. Masih
banyak cara lain yang dapat menjadikan burung kita menjadi burung yang bagus.


Tidak ada komentar